KESALAHAN PENGASUHAN
yang dilakukan orang tua pada anak, yuk mari bunda sekalian terutama diri ini untuk bercermin pada diri sendiri, merenung dan mawas diri, apakah kita ternasuk yang pernah melakukan kesalahan pengasuhan ini, baik disadari maupun tidak disadari.
di ambil dari resume buku The Secret of Enlightening Parenting karya Okina Fitriani, seorang psikolog dan founder dari Enlightening Parenting.
Seperti yang kita ketahui bersama, setiap anak lahir sudah dibekali oleh Allah dengan berbagai potensi baik atau yang kita sebut sebagai FITRAH. Potensi baik inilah yang nanti akan terwujud dlm bentuk manifestasi menjadi penyebar kebaikan di muka bumi atau yg kerap disebut Kalifah.
Dengan demikian maka sebenarnya tugas kita sbg orangtua adalah MENJAGA agar potensi baik atau fitrahnya ini dapat berjalan dgn baik. Syukur2 dapat meningkat, tapi paling tidak jangan sampai rusak.Namun pada kenyataannya, kerap kali orang tua melakukan hal2 yg dapat merusak Fitrah baik anak itu. Hal2 inilah yang kemudian disebut sebagai Kesalahan Pengasuhan. Apa sajakah hal itu ? Mari kita kupas satu persatu.
1. Tidak membiasakan mengambil tanggung jawab
Contohnya adalah ketika anak jatuh kemudian kita mengatakan “Nakal ya lantainya “ atau “Kodoknya nakal ya dek” sambil kita memukul lantai yang tidak salah. Hal sepele spt ini sbnrnya kita sedang mengajarkan anak utk tidak bertanggung jawab atas kejadian yg terjadi pada dirinya. Kita mengajarkan pada anak untuk mencari kambing hitam atas suatu peristiwa serta tidak mau mengakui kesalahannya. Pdhl ada respon yang lebih baik, yaitu misalnya dengan mengatakan “Mana yg sakit ? Yuk kita obati yuk…” lalu setelah anak tenang kemudian kita ajak ia mengevaluasi peristiwa tadi “Menurut adek apa yang bisa adek lakukan supaya tidak jatuh spt tadi ?”
2. Menanamkan keyakinan yang salah
Menanamkan keyakinan yg salah dpt bermula dari berbagai bentuk. Mendongeng mengenai tokoh kancil yang menipu buaya, mencuri timun dll jg dpt menanamkan keyakinan yg salah pd anak. Atau hal2 lain spt orangtua mengatakan bahwa “Matematika itu sulit lho, minum es itu bikin sakit” dan hal2 lain yang tdk didukung riset yg tepat shg dapat menyesatkan keyakinan anak2. Pdhl yg menganggap matematika sulit itu mgkn ayah atau ibunya sdgkan anak2 tdk merasa hal itu sulit.
3. Berbohong
Berbohong adalah kesalahan serius yang sering dianggap sepele. Misalnya krn tdk ingin anak menangis maka orgtua kemudian memilih diam2 pergi atau berbohong mengatakan tidak akan kemana-mana. Berjanji tapi diingkari juga merupakan bentuk kebohongan yg akan selalu diingat anak. Yg lebih parah lagi saat orgtua berbohong dgn mengatasnamakan Tuhan ini dapat fatal akibatnya.
4. Labelling
Labelling adalah menempelkan sifat tertentu sbg identitas. Label akan menjadi sebuah keyakinan yg menetap lama dalam pikiran bawah sadar. Banyak masalah psikologis yg menghambat seseorang untuk berkembang akibat label yang dibawanya sejak kanak-kanak.
5.Pelit melakukan 4 hal ajaib (maaf, terima kasih, kasih sayang dan apresiasi)
Anak yg jarang dimintai maaf juga akan sulit meminta maaf.
Anak yg tidak pernah mendapatkan ucapan terima kasih akan sulit menghargai kebaikan orang dan bersyukur atas hal baik yg dialaminya.
Anak yg memiliki tabungan kasih sayang yg cukup akan tumbuh dgn jiwa yg sehat, percaya diri dan penuh empati.
Perhatikan anak saat dia melakukan kebaikan. Walaupun kecil berilah apresiasi walau hanya berupa senyuman. Seringkali orgtua abai memuji hal2 kecil pdhl dr hal2 kecil yg sudah baik inilah muncul dorongan utk melakukan hal2 baik lainnya yg lbh besar.
6. Fokus pada kekurangan, suka mencela dan mengeluh
Orgtua yg malas melakukan keempat hal ajaib tadi biasanya akan fokus pd kekurangan anak dan terbiasa mencela anak. Pdhl mencela akan melukai konsep diri anak dan membentuk konsep diri yg buruk seolah tiada harapan utk diperbaiki.
7. Ancaman kosong
Semakin sering ortu melakukan ini akan semakin hancur nilai ortu di mata anak. Kata2 anda menjadi tidak ada harganya. Mereka tumbuh menjadi anak yg abai, tidak sopan dan suka melanggar aturan. Mengancam tapi tdk melakukan sama buruknya dengan berjanji tapi mengingkari. Ada kombinasi antara berbohong, inkonsistensi dan melanggar aturan di sini.
8. Suka menakut-nakuti (Malas)
Di balik sikap ortu yg suka menakut-nakuti anak, sesungguhnya tersimpan rasa malas, baik malas bertindak maupun malas berpikir. Misalnya karena malas memikirkan cara kreatif agar anak mau makan, maka ortu malah menakut2i dgn ucapan “Kalau gk makan nanti sakit trs dusuntik dokter loo”.
Anak yg dididik dengan cara ditakut2i akan tumbuh dewasa dgn rasa takut thd banyak hal yg kelak akan banyak disesali oleh orgtuanya krn tdk mudah memperbaikinya.
9. Anak disuapi solusi
Orangtua kerap tergesa2 memberi solusi pada masalah anak. Padahal sbnrnya orgtua dapat melakukan parental coaching yaitu membimbing anak utk menemukan jawaban sendiri atas permasalahan yang dihadapinya. Akibatnya anak jadi krg mandiri serta tidak percaya diri untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Sehingga saat daftar kuliah pun masih harus ditemani orangtuanya. Latihlah anak untuk melakukan sendiri apa yg bisa ia lakukan sendiri meskipun mgkn perlu pengawasan dr anda.
10. Pembiaran
Banyak kasus perilaku tdk pantas spt : mengucapkan kata2 kotor, makian, merusak, mengambil hak orang, yg bermula dari pembiaran saat pertama perilaku tsb muncul. Orgtua perlu waspada dan tidak abai saat anak pertama kali mencoba2 perilaku tsb. Menegur dgn tegas tapi tidak perlu marah berkepanjangan.
11. Fokus pada dunia
Banyak orang tahu bhw kehidupan akhirat lebih utama dan lebih penting, tetapi kebanyakan baru smp pd tataran tahu tapi belum menjadi bagian dr jiwa yg terpancar melalui perilaku. Misalnya kata2 spt : “mau jadi guru ? Guru gajinya kecil, mending jd dokter saja”
Atau “Kamu diejek ? Balas dong spy adil”
Demikian 11 kesalahan pengasuhan yang kerap terjadi dan dapat merusak potensi baik atau fitrah anak. Semoga kita dimudahkan untuk memperbaiki kesalahan2 pengasuhan yg mgkn pernah kita lakukan. Setelah mengetahui dan menyadari kesalahan tersebut, pastikan saya dan bunda memiliki tekad yang membaja untuk memperbaiki diri mengubah sesuatu yang kurang menjadi lebih baik. sesuatu yang belum diterapkan yuk kita aplikasikan. Karena sejatinya waktu terus berjalan dan masa-masa itu tidak akan kembali. Sudahkan kita menuntaskan semua amanah kita dengan sebaik-baiknya? semangat dan terus semangat💖💖💖💖
KESALAHAN PENGASUHAN
semangat memperbaiki diri
Label:
ibu,
kesalahan pengasuhan,
menjadi ibu bukan perlombaan,
menjadi ibu itu perjuangan,
semangat memperbaiki diri
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar