Strategi Penerapan Kurikulum 2013.

sumber : pemerintah.net


Dalam penerapan kurikulum yang mungkin berubah dari sebelumnya, sebagai tenaga pendidik kita harus siap mengikuti segala perubahannya. karena sejatinya perubahan merupakan hal yang lumrah, laku bagaimanakah kita dapat melaksankan perubahan tersebut. Dalam pembelajaran disekolah inti semua akan mengarah kepada kebijakan kurikulum. Dalam pembelajaran saat ini kurikulum yang wajib digunakan disetiap sekolah ialah kurikulum 2013. Mendapat tulisan dari beberapa kawan, maka untuk menyimpan dan membagikannya kepada yang lain saya tuliskan kembali dalam blog ini dan semoga bermanfaat.

Strategi Penerapan Kurikulum 2013.

Pemerintah melalui Dirjen Dikdasmen Hamid Muhammad telah mengumumkan bahwa pada tahun ajaran 2018/19 ini seluruh sekolah wajib menerapkan K13. Dalam kesempatan yg sama, Dirjen Dikdasmen juga menegaskan bahwa ada 3 hal yang diharapkan dari output K13 ini yaitu :

1. PPK melalui Intra, Ko dan Ekstra Kurikuler
2. Budaya Literasi dengan target siswa bisa membaca 4-5 buku per tahun.
3. HOTS yaitu pemahaman, aplikasi dan penalaran.

Selanjutnya dengan K13 diharapkan PBM di kelas bisa mengaktifkan siswa serta tidak cuma menghafal saja melainkan bisa mengembangkan Ketrampilan Abad ke 21 yaitu : Kreatif, Kritis, Komunikatif dan Kolaboratif.

Berdasarkan pengalaman melatih puluhan ribu Kepala Sekolah dan Guru di berbagai negara di wilayah Asia serta berbagai kota dan kabupaten serta provinsi di Indonesia sejak tahun 2008 yll, berikut ada strategi yang mungkin bisa membantu para guru dalam menerapkan K2013.

1. PPK : penerapan secara hirarkis yaitu :

A. Siswa Berkarakter : dengan integrasi nilai2 karakter dalam setiap mapel serta menyusun Soal2 Berbasis Karakter dengan sasaran berkembangnya Karakter Kinerja dan Karakter Moral secara berimbang. Ada beberapa strategi sederhana yang bisa dilihat di slide terlampir.
B. Kelas Berkarakter : yang terbentuk dari kumpulan Siswa Berkarakter. Ada 4 strategi sederhans yang bisa dilihat di slide terlampir
C. Kelas Berkarakter : yang terbentuk dari kumpulan Kelas Berkarakter. Ada 4 strategi sederhana yang bisa dilihat di slide terlampir.

2. Budaya Literasi : Literasi akan menjadi budaya bila siswa memiliki ketrampilan membaca yang bisa memotivasi mereka. Tanpa ketrampilan bgmn mungkin guru bisa
mendorong siswanya untuk membaca 4-5 buku pertahunnya. Setidaknya ada 4 ketrampilan dasar membaca yg dibutuhkan seorang siswa yaitu :

A. Key Words Marking : ketrampilan untuk menandai kata-kata kunci dari materi pembelajaran yg sedang dibaca. Kata kunci adalah kata yg memiliki makna atau arti, umumnya terdiri dari kata benda, kerja, sifat dan keterangan.
B. Back Browsing : ketrampilan mencari petunjuk awal tentang informasi penting yg perlu dicari saat membaca yg terdapat dlm "ringkasan dan/atau soal-soal" yang ada di bagian belakang setiap bab. Ketrampilan sangat penting agar proses membaca bisa memiliki arah dan fokus yg jelas.
C. Skimming : ketrampilan untuk mencari intisari atau gambaran umum dari materi pembelajaran tanpa perlu membaca seluruhnya.
D. Scanning : ketrampilan untuk mencari informasi yg spesifik dan tertentu sesuai dengan kebutuhan si pembaca.

3. HOTS : bisa dikembangkan lewat 4 pillars of Thinking Skills yang disingkat OACC. Sangat tidak mungkin siswa bisa memiliki HOTS tanpa membangun fondasi untuk 4 pillar ini. Tidak ada cara instantnya, harus step by step dengan berbagai latihan. Berikut penjelasan singkat tentang OACC yaitu :

A. Organized Thinking : ketrampilan untuk mencari persamaan, mencari perbedaan lalu membandingkan dan selanjutnya "mengelompokkan dan mengurutkan" seluruh informasi yang diperoleh dari sumber pembelajaran.
B. Analitycal Thinking : ketrampilan untuk menganalisis bagian demi bagian informasi yg telah dikelompokkan dan diurutkan. Selanjutnya mencari "hubungan antar kelompok" itu serta menganalisis pola urutannya.
C. Creative Thinking : ketrampilan untuk mengembangkan ide-ide baru melalui aktifitas-kreatif "gabung, balik, hapus, tukar, putar dan urai" dari hal2 yg sudah ada.
D. Critical Thinking : ketrampilan untuk mengevaluasi ide-ide yang dikembangkan dg mempertimbangkan faktor-faktor kritis "konsekuensi, asumsi, ide pokok, praduga, contoh dan relevansinya".

Demikian sekelumit strategi sederhana yg sdh dilatihkan ke puluhan ribu guru di 20 kota di Indonesia. Semoga bisa memberi kontribusi kecil bagi para Kepsek dan Guru dalam Penerapan Kurikulum 2013.
Aamiin ya rabbalallamin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar