💕 Bye bye baby blues, Aku Ibu Bahagia 💕

 ðŸ’• Bye bye baby blues, Aku Ibu Bahagia 💕

Sumber : google.com

Pernahkah bunda mengalami hal yang tidak menyenangkan setelah melahirkan sang buah hati? perasaan yang tidak terkendali, ada niat-niat buruk terselip dalam hati...
Daaannnn ternyata itu namanya baby blues, ooohhhh...
Lalu bagaimana cara mengantisipasi atau cara menanggulanginya...

Berikut tulisan yang sarat pengetahuan, pengalaman dan tips aplikatif...
Yuks, ditengok materi yang saya dapatkan dari kuliah whatsapp bersama ibu-ibu hebat dan narsum luarbiasa.

Melahirkan dan memiliki buah hati tentu saja anugerah yang kita syukuri. Tapi seringkali saat melewati hari-hari menjadi Ibu baru, perasaan Ibu jadi lebih sensitif sekali. Alih-alih penuh kebahagiaan, kita sebagai Ibu malah lebih sering uring-uringan.
(oleh Fitriyani Juhari, M.Psi)

Nah, ada apa dan kenapa sih sebenarnya?

Ibu yang baru melahirkan akan mengalami banyak perubahan fisik maupun psikologis. Perubahan-perubahan tersebut bisa saja membuat emosi si ibu cenderung negatif. Intensitas emosi negatif yang dominan biasanya akan membuat si Ibu mengalami baby blues syndrom

apa saja gejala baby blues syndrom (BBS)?

- menangis karena alasan yang tidak cukup jelas
- gak sabaran
- mudah merasa tersakiti
- restlessness
- cemas
- pusing
- insomnia (walaupun si anak tidur)
- sering merasa sedih
- adanya perubahan mood
- konsentrasi yang buruk

kapan BBS biasanya terjadi?

4-5 hari setelah melahirkan.

apa yang menjadi penyebab BBS?

- perubahan hormon kehamilan dan melahirkan
- judgement dari lingkungan sekitar
- perubahan pola tidur
- pain after giving birth
- perubahan rutinitas
- dan emosi yang dialami diri sendiri sejak lahir

berapa lama BBS ini akan dirasakan?
- gejala BBS bisa kita rasakan beberapa menit atau jam dalam sehari
- hal itu akan berkurang setiap hari dan akan hilang setelah 40 hari melahirkan

apa yang harus kita lakukan, kalau kita merasa mengalami gejala BBS?

- talk to someone we trust.
- makan makanan dengan gizi seimbang, jgn kurang makan
- keluar rumah, jalan-jalan dan berjemur.
- kasih waktu diri kita untuk beradaptasi dgn peran baru, so dont expect for a perfection di minggu minggu awal melahirkan.
- jangan ragu ask for help kalau kita butuh. Misalnya bantuan untuk menyiapkan makanan, bantuan untuk memegang si kakak, atau yg lain.


Kalau gejala BBS menetap smpai 3-4 bln, semakin bertambah usia anak semakin intens emosi negatifnya, maka jgn ragu untuk cari bantuan profesional.

Dalam issue BBS ini, penting sekali kita memahami diri kita. Biasakan mengidentifikasi emosi sehingga kita tahu "level" emosi kita sebelum meledak.
Kemampuan identifikasi emosi, komunikasi yg terbuka dgn pasangan, serta support group yg sehat akan membantu kita terhindar dari BBS.

Jangan lupa petakan source yang bisa melindungi diri kita kalau-kalau kita mengalami BBS. Misalnya, kalau kita mulai stress dgn tangisan anak.. Source yg bisa kita gunakan adalah :
- relaksasi
- bantuan dr suami
- bantuan dr orgtua/mertua
-bantuan tetangga.

Utk bantuan orgtua/mertua sbnrnya agak tricky. Kenali medannya sehingga kita tahu support trsbt benar2 sehat bagi kita.

Naaah kalau kita siap, insyaAllah baby blues bisa kita hadapi. Ibu happy, anak lebih happy😉

Semua Ibu berpotensj terserang BBS. Tapi yg lebih rentan lagi adalah Ibu dgn kepribadian yang rapuh (biasanya saat keterhubungan dgn Tuhannya kendor) dan atau punya riwayat depresi.

supaya terhindar dari BBS?
Memperkuat koneksi dan pegangan pada yang Maha Kuat. Sbg ibu kadang kalkukasi ke anaknya tinggi, kalau gak A takut anaknya Z. Tapi kadang lupa, tugas manusia itu  mastato'tum alias usahanya semampu kita. Kalkulasi Allah itu beyond our expectation. Bersandar dan berkeyakinan kuat bahwa Allah akan bantu kita, itu kunci kita terhindar dari mood negatif termasuk BBS.

kalau tidak tahu?
Cari tau. Kenali emosi kita sbg Ibu, kenali emosi kita sbg istri dan juga individu.

BBS dlm jangka waktu lama?
Akan mengarah pada post partum depression

Bedanya?
BBS moodnya swing, tidak sedih sepanjan hari. PPD membuat si Ibu sedih sepanjang hari, tidak berharga, bahkan ingin mati atau membunuh anak.

Semangat menjadi ibu bahagia, peluk eratlah orang-orang yang kita cintai...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar