My Best Ramadhan Ever

sumber : islami.com
Bagiku, blog bisa menjadi tempat aku menulis banyak hal. Menulis penyemangat, menulis nasehat siri, menulis pengalaman dan menulis materi yang nantinya sangat bermanfaat untukku dan untuk yang lain tentunya. Seperti hari ini, aku akan menulis rangkuman dari materi penuh makna yang aku dapatkan dari "My Hijrah Journal Class". yaitu persiapan menghadapai ramadhan...
Ramadhan, Yuk Nulis Proposal Kehidupanmu 🧕🏻oleh : Arini, SP, MSi

Sudahkah, temen2 ayah bunda mempersiapan diri menjelang Ramadhan yang tinggal menghitung hari inih?

Kita tentu menyadari, betapa Ramadhan sudah di depan muka.
Tinggal berapa hari lagi ya? 😊

Sebentar lagi, insyaaAllah akan kita masuki, yuk mari terus berdoa semoga Allah menyampaikan kita ke sana dan mereguk kemuliaan di dalamnya,

 “Allahumma baariklana fi rajab wa sya’ban, wa ballighna ramadhaan”


Nah, jika boleh bertanya, persiapan apa yang sudah kita lakukan untuk menyambut dan mengisinya? 😢   
Sudahkah menyiapkan diri lahir dan bathin? 😔


Semoga kita sudah mulai nyiapin sesuatu utk menyambut dan mengisi bulan mulia itu ya...


Kalaupun belum, yuk mulai hari ini berbenah dan bersiap 🥺🥺🥺


Nah, untuk hari ini, izinkan saya berbagi sedikit ilmu, yang saya dapatkan juga dari guru guru, yang semoga memacu semangat kita untuk segera bersiap

Yuk kita buka Al Quran surah Al Baqarah: 183-187.

“Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelummu, agar kamu bertakwa [183].

Pada hari-hari tertentu, maka siapa saja di antara kamu yang sakit atau bepergian, maka hendaknya dia mengganti [puasa yang ditinggalkannya] pada hari-hari lain. Adapun bagi yang tidak mampu, maka hendaknya dia membayar fidyah, dengan memberi makan orang miskin. Dan, siapa saja yang hendak mengerjakan kebajikan, tentu itu lebih baik baginya. Dan, kamu berpuasa itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahuinya [184].

Bulan Ramadhan adalah bulan, tempat al-Qur’an diturunkan, sebagai petunjuk dan penjelasan bagi umat manusia, baik berupa petunjuk maupun pembeda [antara yang haq dengan yang batil]. Siapa saja di antara kamu yang menyaksikan bulan itu, hendaknya dia berpuasa. Siapa saja yang sakit atau bepergian, maka dia wajib mengganti pada hari lain. Allah menghendaki kemudakan pada kamu, dan tidak menghendaki kesulitan kepadamu. Hendaknya kamu menyempurnakan bilangannya, dan mengagungkan Allah atas apa yang telah Dia tunjukkan kepadamu, agar kamu bersyukur [185].

Jika hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka [katakanlah] sesungguhnya Aku ini dekat. Aku akan mengabulkan permintaan siapa saja yang meminta, jika dia meminta kepada-Ku. Hendaknya mereka memenuhi seruan-Ku, dan mengimani-Ku, agar mereka selalu dalam kebenaran [186].

Dihalalkan bagimu di malam puasa [Ramadhan] bercampur dengan isteri-isterimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah pun Maha Tahu, bahwa kamu tidak kuat menahan nafsumu, maka Dia mengampuni dan memaafkanmu. Sekarang, gaulilah mereka dan carilah apa yang telah Allah tetapkan untukmu. Makan dan minumlah hingga tampak bagimu benang putih dengan benang hitam, yaitu Fajar. Lalu, sempurnakanlah puasamu hingga malam. Janganlah kamu menggauli mereka ketika kamu sedang iktikaf di masjid. Itulah batasan-batasan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Begitulah, Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepada umat manusia agar mereka bertakwa. [187]”

Ehm, teman-teman, sadar atau tidak, ternyata dari lima ayat di atas, tiga ayat pertama dan satu ayat terakhir, semuanya membahas tentang puasa.

Tapi ada satu ayat, yaitu QS. Al-Baqarah: 186 yang membahas tentang doa.

Diselipkan oleh Allah SWT di antara ayat-ayat tentang puasa.

Nah, pertanyaannya, apa maksudnya ayat tentang doa diselipkan oleh Allah di antara ayat-ayat puasa ya?

Ternyata, Allah SWT telah memerintahkan puasa, kemudian memerintahkan doa, kemudian menyempurnakan ayat-ayat puasa untuk mengagungkan perkara doa itu.

Tentu tak lain, karena kedudukan doa di bulan suci Ramadhan yang luar biasa, sebagaimana kedudukan puasa di bulan Ramadhan.


Terkait kedudukan doa orang yang sedang berpuasa telah dinyatakan dalam hadits Nabi saw. Nabi saw. bersabda:

ثَلَاثَةٌ لَا يُرَدُّ دُعَاؤُهُمْ الْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ الْغَمَامِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ [رواه أحمد والترمذي، وابن ماجه، وابن حبان ، وابن خزيمة.... قال الترمذي: حديث حسن]

“Tiga orang yang doanya tidak akan ditolak [oleh Allah]. Imam yang adil, orang berpuasa hingga berbuka, dan doa orang yang dizalimi. Allah akan mengangkatnya di atas awan pada Hari Kiamat, dan Dia akan membukakan untuknya pintu-pintu langit.” [Hr. Ahmad, at-Tirmidzi, Ibn Majah, Ibn Hibban, Ibn Huzaimah.. at-Tirmidzi berkomentar, “Hadits Hasan.”]


Nah, di sinilah kita masuk untuk mengaitkan bahwa seharusnya, bulan Ramadhan menjadi kesempatan emas buat ngirim proposal kehidupan sama Allah SWT, Empunya Kehidupan.

Kalau anak kuliahan, udah biasa ya nulis proposal acara, proposal kegiatan, proposal seminar, tugas akhir dan lain lain. Proposal proposal itu, kadang direvisi berkali kali, ditolak, duh, bahkan diganti sama pembimbing. Tapi kita, demi ‘selesai’nya kuliah, kehidupan yang cuma beberapa saat itu, kita akan terus menulis lagi, mencoba lagi, berkali kali sampai berhasil. Ya kan? 😂 
 
Nah, maukah kita mengirimkan proposal kehidupan kita, agar di-’luluskan’-kan oleh Pemilik Kehidupan? Untuk kehidupan kita yang beribu, hari-nya?

Terlebih, ketika proposal itu dijanjikan untuk dikabulkan, karena dipanjatkan di tempat dan waktu yang mustajab, yakni Ramadhan.


Proposal kehidupan, yang kita maknai dengan doa doa yang kita sampaikan kepada Allah swt 🥰🥰
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُوْ بِدَعْوَةِ لَيْسَ فِيْها اِثْمٌ وَلاَ قَطِيْعَةٌ إلاّ اَعْطاهُ اللهُ بِها اِحْدَى ثَلاثٍ: إمَّا اَنْ يُعَجِّلَ لَهُ دَعْوَتَهُ، وَإمَّا اَنْ يُدَخِّرَهَا لَهُ فِي الاَخِرَةِ، وَإمَّا أنْ يُصَرِّفَ عَنْهُ السُّوْءَ مِثْلَهَا


“Tidak ada seorang muslimpun yang berdo’a dengan do’a yang tidak mengandung dosa dan memutus hubungan silaturrahmi, kecuali Allah akan memberikan kepadanya satu diantara tiga hal: dikabulkan do’anya; ditangguhkan hingga hari kiamat; atau dijauhkan dari suatu keburukan/musibah yang serupa” (HR. Ahmad dari Abi Said Al-Khudri).


Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

إِنَّ اللهَ حَيِيٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحِي إِذَا رَفَعَ الرَّجُلُ إِلَيْهِ يَدَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا خَائِبَتَيْنِ


“Sesungguhnya Allah Maha pemalu dan pemurah. Dia malu bila seorang lelaki mengangkat kedua tangannya kepada-Nya lalu Dia mengembalikannya dalam keadaan kosong dan hampa.” (HR. Abu Dawud dan Al-Tirmidzi Dishahihkan oleh Al-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud dan Al-Tirmidzi)


Eh ada yang bilang, doa ya doa aja sih, gitu

Ternyata teman-teman, ada yang mengatakan (ini juga baru belajar 🤗🤗🤗)
bahwa ketika kita terbiasa menuliskan impian, menulis proposal kehidupan, itu menimbulkan 'efek' yang berbeda.

Yang tidak sekedar menjadi doa, sebatas ucapan, atau angin lalu.

Karena kita jadi 'terpaksa' memilah dan memikirkan, apa yang benar benar ingin kita peroleh.

Dan tentu saja, akan mempermudah kita untuk me-list langkah ikhtiar pula.

Dan tentu saja, proposal itu sendiri, bisa berkaitan dengan apa saja, yang jelas demi kebaikan yang teman teman inginkan.

Berikut ini, ada beberapa contoh yang bisa kita 'tiru' ketika kita memohon kepada Allah, yakni dengan mengakui kenikmatan Allah, mengakui kelemahan diri kita, dan mengagungkan kebesaran dan kuasaNya

Misal nih ya...

“…Ya Allah, aku menyadari karunia akal pikiran pada diriku, maka aku ingin mengoptimalkannya untuk kebaikan, semoga Engkau izinkan aku menyelesaikan tugas akhirku hingga kelak ilmu itu bermanfaat bagi diriku dan masyarakat…”

“… Ya Allah, aku menyadari betapa lemahnya diriku menghadapi kehidupan yang penuh fitnah ini, maka bantulah aku mendidik putera puteriku dalam kesabaran dan keikhlasan, yang karenanya aku bertekad untuk bersungguh sungguh belajar untuk menjadi ibu yang luar biasa…”

“…Ya Allah, kelak seluruh amalku akan bersaksi untukku, maka izinkanlah ya Allah di sisa usiaku, aku mengisinya dengan kebaikan, langkahku ringan pergi ke majelis ilmu, hatiku ringan menerima nasihat kebaikan, lidahku ringan menyampaikan kebenaran, dan jiwaku ikhlas akan qadhamu…”

“…Ya Allah, kau berikan kami gelar umat terbaik. Kini, saat diriku hidup begitu nyaman, ada jutaan saudara saudariku yang menderita dalam kesusahan. Maka ya Allah, bantu dan kuatkan aku agar istiqomah meniti jalan dakwah ini. Jalan yang telah dilalui RasulMu, yang akan mengeluarkan kami dari kejahiliahan menuju cahayaMu…”

Dan aneka kalimat kalimat lain yang tentunya bisa teman teman sampaikan pada Allah. Lewat tulisan, yang dapat membantu kita mengukur, ikhtiar apa yang harusnya juga kita upayakan. Agar Allah melayakkan kebaikan itu untuk kita.

Dan, yang harus pula kita ingat adalah, berdoa (alias nulis proposal ini), adalah syariat yang Allah tuntunkan. Maka, memperbanyak 'meminta' padanya = memperbanyak amal shaleh.
Sama, kayak kita melaksanakan amal amal shaleh yang lain
Karena itu, yuk kita buat tulis dan submit proposal hidup kita ke Allah.

Impian impian besar hingga kecil, impian apa saja yang kita ingin agar terwujud, yang tentunya impian dalam kebaikan yaaa.

Selain karena tentu saja, berdoa sendiri, sudah bernilai amal shalih yang akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Apalagi, di bulan Ramadhan yang... kemuliaannya tak diragukan lagi.

Nah, kayak dapet apaan coba?

Berdoa jadi ibadah. Dikabulin jadi janji Allah yang Maha Menepati. Plussss, pahalanya beramal nya dilipatgandakan karena bulan Ramadhan.
💓💓💓



Tidak ada komentar:

Posting Komentar