GRAFOLOGI, untuk mengenali diri sendiri, termasuk karakter dan potensi ku


sumber : www.kompasian.com

Dalam grafologi ada sertifikasi yang dapat dimiliki oleh seseorang yang menekuni bidang tersebut, yaitu 

Certificate Handwiritng analyst (CHA) dan Business handwriting analyst (CBHA).
Apa bedanya? Untuk CHA hanya diajarkan menganalisa tulisan saja yang umumnya dipakai keperluan rekruitment karyawan di perusahaan. CBHA, selain menganalisa ditambah untuk terapi tulisan tangannya. Dapat membantu orang untuk menterapi tulisan tangan.

Pertama, saya ingin sedikit bercerita tentang apa sih grafologi? Kok bisa tulisan tangan mencerminkan kepribadian dan bahkan mengubahnya?
Banyak yang berpikir bahwa ilmu ini semacam klenik (sihir, magic, dan semisalnya). Termasuk saya dulu juga berpikir demikian. Dua tahun yang lalu saya pernah belajar singkat dan mengenal grafologi, masih banyak keraguan akan keilmiahan ilmu tulisan tangan ini.  Meskipun demikian saya membenarkan analisa atas tulisan saya yang dilakukan oleh salah satu CHA saat itu.  Dan saya sedikit mengubah tulisan saya, walaupun tidak konsisten. Makanya hasilnya pun tidak konsisten :D
Sampai akhirnya saya ikut kelas workshop untuk mendalami lebih lanjut langsung ke ahlinya. Dan masya Allah, ini salah satu ilmu Allah yang luar biasa. Ini murni sains dan semakin membuat saya kagum akan Maha Karya Allah berupa manusia yang dari goresan tangannya dapat menceritakan isi alam bawah sadarnya.  Ini semakin membuktikan Maha Besarnya Allah.

Sejarah grafologi
Sebagian literatur mengatakan bahwa grafologi adalah salah satu dari cabang ilmu psikologi.  Namun saat saya workshop yang lalu, sang Trainer menunjukkan bukti bahwa grafologi lebih dulu ada sebelum ilmu psikologi.  Sayangnya di awal kemunculannya, ilmu grafologi ini banyak dimanfaatkan oleh kaum gypsy yang menyalahgunakan ilmu grafo ini untuk kepentingan meramal.  Sehingga banyak yang mengira grafologi ini bukanlah ilmu sains. 
Namun, orang barat memang tekun dalam riset meriset sehingga akhirnya grafologi ini akhirnya bisa diakui kembali sebagai sains. Berikut saya kutip salah satu bukti bahwa psikolog yang mengakui grafologi.



Teman teman bisa searching bukunya yang ditulis oleh Siswanto tersebut.

Baik, bagaimana tulisan tangan bisa mengenali karakter dan potensi diri.
Tulisan tangan adalah aktivitas syaraf otak, selama seseorang yang masih bekerja otaknya, insya Allah masih bisa menulis, walaupun disabilitas semisal tidak memiliki tangan sama sekali. Dalam membaca karakter lewat tulisan tangan, hasil analisa berdasarkan penelitian yang lama dengan sample ratusan ribu tulisan tangan orang berbeda.  Seperti halnya riset ilmiah lainnya yang mana kesimpulan diambil berdasarkan penelitian terhadap sampel-sampel yang diuji. Sehingga akhirnya muncullah teori atau ilmu.
Orang-orang yang meragukan keilmiahan grafologi akhirnya membuktikan sendiri setelah mencoba terapi, tangan mereka terasa kaku dan sangat sulit menulis ketika merubah sesuai yang diinginkan karakternya. Karena merubah tulisan saat terapi tidak sama dengan menulis indah, tapi merupakan proses mereparasi syaraf yang selama bertahun tahun alam bawah sadar telah merekam karakter/kebiasaan sebelumnya. Misalnya yang sering emosi galau ingin menjadi stabil, yang penakut menjadi pemberani.
Ada yang sering kesulitan membuat perencanaan semisal kurikulum atau jadwal aktivitas harian?  Nah saya termasuk yang kesulitan dalam hal ini, ternyata memang tulisan saya sangat berantakan antar barisnya, jadi untuk pelan pelan merubahnya adalah terapi menulis agar jarak antar baris rapih (tidak boleh dengan bantuan penggaris ya hehe).

Berikut beberapa contoh ciri tulisan tangan dan analisanya
1.       Titik pada huruf i dan j
Huruf i dan j  mencirikan tingkat ketelitian dan daya ingat seseorang.  Orang yang sering hilang titik pada huruf i dan j dalam tulisannya menandakan daya ingat yang mulai menurun, atau dengan kata lain mudah atau sering lupa.
Berikut contohnya
IMG_0019
Pernah ada seorang ibu yang sudah pelupa, lupa jalan pulang ke rumahnya (kalau masih lupa naruh kunci kan biasa ya kita hehe). menterapi tulisannya fokus pada huruf I dan j ini, alhamdulillah akhirnya bisa mandiri kembali karena sudah bisa mengingat.
2.       Margin tulisan
Margin tulisan ada margin kiri, kanan dan atas. Margin kiri mencirikan kemampuan seseorang dalam handling masa lalu.  Lumayan banyak ciri untuk margin kiri ini.
a.       Margin kiri yang sempit (kurang dari 1cm) menandakan orang yang terbawa beban masa lalu, biasanya pesimis, kepikiran dengan sesuatu yang terjadi di masa lampau. 
b.       Margin kiri lebar (lebih dai 2cm), menandakan orang yang menyimpan beban masa lalunya. Tidak sedang aktif tapi jika ada pemicunya bisa teringat dan mengganggu kembali. Ini menyulitkan untuk maju juga.
c.       Margin kiri tidak rata menyempit (margin tulisannya semakin ke bawah semakin sempit), menandakan orang berusaha mengatasi beban masa lalu, tapi belum bisa).
d.       Margin kiri melebar (semakin ke bawah semakin lebar), menandakan orang yang sungkan menolak permintaan orang dekat (orang yang dianggap dekat, tidak harus keluarga)
e.       Margin kiri bergelombang, menandakan orang yang suka membangkang. Tidak suka pada aturan.

Margin kanan mencirikan optimis dan keyakinan seseorang terhadap masa depannya.  Baik itu cita cita, target, harapan, dan semisalnya. Margin kanan yang lebar (lebih dari 1cm) menandakan orang yang khawatir akan masa depannya, takut gagal ketika ingin merencanakan atau bercita cita tinggi. Kalau dikasih target, ada ketakutan target tersebut tidak tercapai.  Jika margin kanan membentur kertas, menandakan orang yang ngotot untuk mencapai tujuan, kurang kontrol dan evaluasi.

Margin atas, mencirikan pandangan seseorang terhadap orang lain.  Jika margin atas sempit (kurang dari 2cm), menandakan orang tersebut memandang diri lebih tinggi dibandingkan orang lain. Jika dikombinasikan dengan ukuran hurufnya besar besar, ini bisa menjadi ciri orang yang sombong. Sebaliknya jika margin kanan lebar (lebih dari 4cm), menandakan orang merasa diri lebih rendah dibandingkan orang lain.

3.       Garis dasar (baseline)
 Garis dasar (baseline) mencirikan tingkat motivasi seseorang.  Baseline yang menanjak menandakan semangatnya tinggi, memiliki motivasi yang tinggi. Sebaliknya jika baseline menurun, mencirikan semangat yang menurun. Kalau sehari-harinya tulisannya menanjak, kemudian mendadak menjadi turun, bisa jadi karena sedang lelah atau sakit. Baseline yang datar (lurus) menandakan tingkat motivasi yang standar atau biasa saja.

Selain ketiga jenis diatas, ada juga baseline yang bergelombang (naik turun dalam satu baris tulisan), ini menandakan orang yang moody (semangatnya tergantung mood). ini yang paling sering ditemukan terutama perempuan hehe.

Jika dalam satu halaman tulisan terdapat lebih dari 1 jenis baseline (ada menanjak, ada gelombang, ada menurun), ini menandakan tingkat emosi yang labil.

4.       Kantong pada huruf y,g,j
Kantong pada huruf ygj mencirikan kebutuhan terhadap finansial dan prestasi.

IMG_0036
Ini adalah contoh seseorang yang punya ciri takut untuk bercita-cita sukses.  Tidak ada keinginan memasang target tinggi apalagi semangat untuk mencapainya. Untuk pebisnis atau pedagang, ini ga boleh terjadi. Termasuk juga pelajar ya. Merasa sudah cukup dengan nilai standar yang penting lulus misalnya.

Oke, segitu dulu perkenalannya. Masih banyak lagi ciri dari tulisan tangan yang dapat dianalisa.  Jika dalam praktik nyata kita sering menemukan adanya kesalahan dalam analisa, bukan berarti ilmu tersebut salah, bisa jadi cara analisa atau sampelnya kurang tepat. Sama seperti dokter yang mungkin salah diagnosa karena minimnya informasi yang diperoleh dari pasien, bukan berarti ilmu dokternya yang salah. Tulisan diatas merupakan pengalaman sekaligus pengetahuan yang saya dapatkan dari seorang sahabat luar biasa yaitu mbak Mega Sarfika, terima kasih mbak nisa yang menjadi perantara kami😉

Tidak ada komentar:

Posting Komentar