Waktu terbaik memberi nasihat untuk anak


sumber : sayangianak.com

Melihat, kakak tiba-tiba memukul adiknya. Melihat anak-anak membuang sampah sembarangan, atau tidak merapikan kembali mainannya. Rasanya kesabaran bertubi-tubi harus disiapkan. Baik saya atau suami atau nenek sudah mengingatkan atau memberi tahu tapi apa yang terjadi? justru anak kadang mengulangi hal yang sama atau bahkan berteriak dan memukul untuk melampiaskan. Beberapakali berdikusi dengan suami bagaimana y cara memberitahu anak-anak. Apa cara yang salah atau bagaimana. Dan ternyata salah satu jawabannya mungkin kita memberikan nasihat disaat yang tidak tepat, ketika anak sedang kesal, ketika dia sedang marah, atau mungkin sedang lelah dan lainnya.

Memberikan nasihat pada waktu yang tepat ternyata mempunyai pengaruh besar, baik bagi anak, maupun bagi kita, orang tuanya. Oleh sebab itu, sebagai orang tua, kita harus pandai memilih waktu yang tepat untuk menyampaikan nasihat pada anak-anak kita. Dengan demikian, nasihat yang diberikan dapat berkesan dengan kalimat-kalimat yang kita ucapkan dan nasihat tersebut tidak hanya didengar, namun juga diterima hati anak-anak kita. Terdapat tiga pilihan waktu yang dilakukan oleh Rasulullah saw. Untuk memberi nasihat kepada anak-anak:

1.Saat di perjalanan

Salah satu waktu yang tepat untuk menasihati anak adalah ketika sedang berada di perjalanan atau beda di kendaraan. Terdapat kisah ketika Rasullullah saw. “Jagalah Allah, kamu pasti dijaga-Nya…!” Sabda Rasulullah saw. Nasihat serius dan penuh makna tersebut disampaikan Rasul kepada Ibnu Abbas ketika sedang berada diperjalanan.

Hal ini cukup sering juga saya lakukan, ketika sedang bepergian baik sambil bernyanyi dimotor karena jalan-jalan atau dimobil untuk jarak jauh. saya sering mengajak Kinan mengobrol dan membahas apa saja yang kami temui di jalan. Dari situ, saya menyelipkan pelajaran untuk Kinan.

“Tuh, Kak kotor banget ya trotoarnya, banyak sampah.”

“Kalau kayak gitu sholih nggak kira-kira? Harusnya gimana?”

Dimulai dari hal yang kecil dan sederhana namun saya berharap hal tersebut dapat membangun karakternya kelak.

2. Saat makan

Waktu makan adalah kesempatan terbaik bagi orang tua untuk memberi nasihat pada anak-anak. Banyak hal yang dapat disampaikan dan diamati pada waktu makan. Misalnya saja mengenai sopan santun ketika makan dan adab ketika makan. Seperti yang diriwayatkan H.R Bukhari dan Muslim:

Umar bin Salamah R.A berkata, “Ketika masih anak-anak, aku pernah dipangku Rasulullah saw. Tanganku melayang ke arah sebuah nampan berisi makanan. Rasulullah saw. berkata kepadaku, ‘Nak, bacalah basmallah, lalu makanlah dengan tangan kanan dan ambillah makanan yang terdekat denganmu!’ Maka seperti itulah cara makanku seterusnya”.

Kesalahan yang dilakukan anak-anak di meja makan dapat segera kita luruskan, supaya kebiasaan buruk tersebut tidak terbawa hingga dewasa. Tentu tidak dapat langsung terlihat hasilnya, namun kita harus sabar dan terus menerus mengingatkan anak kita. Selain itu, waktu makan adalah waktu berkumpul dan salah satu quality time di keluarga saya, sejak sebelum saya menikah. Kami terbiasa saling bertukar cerita di meja makan.

3. Ketika anak sebelum tidur
Satu lagi waktu yang cukup ampuh dan tepat untuk memberi wejangan kepada anak, yaitu waktu sebelum tidur. Saat sebelum tidur adalah waktu yang cukup tenang dan kondusif bonding antara ibu dan anak. Sambil bercerita melakukan aktifitas apa saja hari ini dan cerita-cerita menarik lainnya.



Referensi:
Buku Cara Nabi Mendidik Anak, karya Ir. Muhammad Ibnu Abdul Hafidh Suwaid, Penerbit Al I’tishom Cahaya Umat 2004

Tidak ada komentar:

Posting Komentar