![]() |
| radaraktual.com |
Seperti biasa kemarin ku lalui rutinitas apa adanya, namun hari itu menjadi berbeda. Karena biasanya menjelang maghrib, kami disibukkan melihat aksi dari duo bocilku. Namun sore itu sepertinya mereka kelelahan karena tidak tidur siang. Setelah adzan maghrib berkumandang, mata kedua anakku mulai memejam merapat. mereka tertidur pulas. Satu waktu yang jarang sekali ku alami selama ini. menjelang malam, hening suasana kamar bahkan rumah kami. Biasanya saat-saat itu, waktu paling ramai dengan suara tawa canda, tangis dan benda2 yang berantakan bahkan berbenturan. Menjadi parade irama yang mengalun indah tiap waktunya. Tapi malam ini, hening..tak ada suara sedikitpun karena para pemain pentas sedang tertidur pulas. Ku tatapi, wajah kecil kedua kesayanganku itu. wajah polos bersih yang menjadi sumber kebahagiaan kami.
Ku beranjak perlahan meninggalkan kamar, menuju belakang mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat maghrib. Ada desiran rasa yang berbeda, kini kutemukan waktu "khususku". Waktu yang sudah sekian lama menghilang, kini ku temui kembali. Waktu tempatku mencurahkan segala isi hati, waktu dimana aku dapat dengan khusu' beribadah tanpa gelayutan anak, tanpa suara pertengkaran dan canda mereka. Kini ku dapatkan, waktu istimewa itu, "me time". Ku dapat merasakan ketenangan yang begitu lama hilang. Kelezatan khusyuknya beribadah...Ah nikmatnya, tak dapat ku lukiskan semuanya...
Sebagai seorang hamba, seharusnya kulakukan ibadahku seperti ini tapi itulah karena kelalaian ku karena kecerobahan ku karena kekuranganku ibadahku lalui dengan compang camping ruh,ku panjatkan semua hajatku. kupasrahkan segala pintaku. ku rendahkan diri iini dihadapannya dengan memohon ampun atas segala khilaf. Sungguh inilah waktu berrharga untuk ruhku yang lapar, untuk ruhku agar aku bisa menjadi hamba yang taa, untuk energiku agar aku dapat melalui kesempatan dengan melaksanakan setiap amanahNya...
Dititik itu, ada sesuatu berdesir dalam hati. Atas segala kenikmatannya. Diantaranya, berbalut cinta dan kasih sayang keluarga. Entah sampai kapan aku dapat menemani mereka, suami dan anak-anakku. membersamai semuanya.
Ketika waktu yang ditentukan telah tiba, maka ku pastikan aku tak dapat berbuat apa-apa.iya tak dapat kulakukan semua yang sekarang kulakukan.
Ku tak dapat lagi memeluk penuh cinta dengan suamiku, bersandar dibahu kuatnya,bercanda dan merajuk manja. Ku dapat tertawa gembira melihat tingkahnya, memeluk erat penuh sayang, mengecup kening dan pipi kedua buah cintaku, sungguh bagiku. kebersamaan ini kebahagiaan tiada tara, karena kesempatan itu nikmat luar biasa.
Sungguh, semoga tiada saat yang terlewat kecuali dengan syukur. agar kita dapat lewati semua skenario ini dengan indah.
Saat kesal dengan kondisi yang tak sesuai dengan harapan kita, bersyukurlah karena ada pasangan terbaik disamping di saat teman-teman kita belum menemukan pasangannya.
KEtika rumah berantakan,jengkel dengan ulah si kecil,lelah dengan segala rutinitas yang ada,tidak ada waktu untuk diri sendiri. Tapi dibali itu bersyukurlah karena hari-hari kita ada makhluk istimewa yang menemani, ada warna yang berbeda, ada rasa yang tak sama. Disaat banyak orang yang tak memiliki momongan, banyak waktu luang yang di miliki tapi hati-hati mereka kosong karena ada yang kurang.
Dengan segala yang ku alami, ku syukur karena itulah kesempatak berharga untukku. Karena kesempatan itu masih ada.
Tunaikan segala tanggung jawabmu, berrsyukurlah dengan kesempatan yang diberi dan Manfaatkanlah. . .
Salam sayang untuk pangeranku,
Sayang sangat untuk permata hatiku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar