![]() |
| Add caption |
Ketika kita, ingin sesuatu tetapi keinginan tersebut tak terwujud
Ada masa ketika banyak hal yang ingin di luapkan namun hal itu jadi membias dengan sendirinya
Atau ada yang merasa tumpukan-tumpukan hal kecil sudah menggunung...
Itulah yang saya rasakan ketika ingin berbagi cerita dengan pasangan, namun ternyata berakhir dengan kekesalan atau akhir mata. Entah mungkin caranya yang salah atau waktunya yang tidak tepat? Bagi wanita curhat merupakan setengah penyelesaian, setelah curhat perasaan menjdai plong, curhat menjadi keseharian yang mesti dilalui bila tidak rasanya banyak yang sudah menumpuk dan mungkin dalam waktu dekat membutuhkan luapan. Ingat jangan sampai kita luapkan dengan cara yang salah atau dengan orang yang tidak tepat!
Lalu bagaimanakah, caranya supaya curhat kita menjadi hangat dan berakhir dengan indah.
Dan plonggg😁
Pertama, cari waktu dan momentum yang tepat untuk curhat kepada suami.
Saat ia baru pulang dari bekerja, biarkan istirahat sejenak. Biarkan ia bersantai sesaat. Jangan langsung diajak curhat. Setelah suami merasa santai dan nyaman, barulah anda mulai membuka percakapan. Mengajak suami curhat pada waktu yang tidak tepat hanyalah membuat suasana yang tidak nyaman.
Kedua, awali dengan obrolan ringan dan lucu
Pada waktu memulai pembicaraan pun, mulai dengan hal-hal ringan dan lucu yang terjadi hari ini. Misalnya cerita tentang anak, cerita tentang tetangga atau teman, yang membuat suami merasa tertarik mendengarkan.
Bahkan bagus jika bisa membuat suami tertawa gembira, karena hal ini akan menjadi pintu masuk untuk mulai berbicara panjang lebar dalam tema-tema penting lainnya. Kemampuan memilih kalimat pembuka ini sangat penting bagi suami, apakah dirinya akan antusias untuk mengikuti obrolan istri, atau ia akan lebih asyik dengan gadgetnya.
Ketiga, jangan mengawali dengan ungkapan “masalah”
Jangan mengawali pembicaraan dengan tema ‘masalah’, karena hal ini akan membuat suami merasa berat dan mendapat beban. Contoh tema ‘masalah’ itu adalah sebagai berikut:
“Bang, aku pengen ngomong nih... Ada masalah berat yang harus aku ceritakan kepadamu...”
“Bang, ada persoalan yang harus segera kita pecahkan berdua...”
“Ayo bicara Bang, kita sedang menghadapi masalah besar nih.... Jangan diam saja...”
Semua bentuk kalimat di atas adalah negatif, dan akan membuat suami merasa tidak nyaman, karena dirinya merasa sebagai tertuduh. Hindari kalimat-kalimat di atas saat mengawali obrolan dengan suami.
Keempat, jangan memposisikan suami sebagai tertuduh
Jika suami merasa dirinya tengah berposisi sebagai tertuduh, maka ia justru akan cenderung diam dan tidak merespon, atau justru menampakkan sikap yang ‘menantang’. Namun hal itu justru membuat suasana pembicaraan menjadi tidak nyaman.
Maka hendaklah istri pandai memilih kalimat pembuka, yang membuat suasana jiwa suami menjadi nyaman, ‘good mood’, sehingga akan lebih antusias dalam menemani curhat istri.
Ini semua adalah bagian dari seni berkomunikasi suami istri, bagian dari psikologi komunikasi, yang sepertinya tampak remeh dan sepele, namun memberikan pengaruh yang besar dalam menciptakan kenyamanan atau ketidaknyamanan pembicaraan.
Semangat berbagi, semangat mencintai, semangat memperbaiki, semangat terus...💖💕💗💓

Tidak ada komentar:
Posting Komentar