START (awal sebuah permulaan)

uwm.edu
Keluarga harmonis merupakan idaman semua orang, menurut ku awal sebuah permulaan untuk menciptakan sebuah keluarga harmonis (SaMaRa) dimulai sejak kita menentukan pasangan hidup kita. Sudahkan kita memilih seseorang yang tepat untuk membina bersama mahligai keluarga. Pastikan ketika kita menginginkan keluarga yang bahagia, kita awali dengan memilih seseorang terbaik yang akan membersamai kita. Ada beberapa kriteria dalam memilih pasangan hidup,

Yang pertama, Insan yang taat
Ketika seseorang menjadi insan yang taat beragama, maka dia akan menjalani hidup dalam track yang benar. karena sejati nya tujuan hidupnya jelas dan cara-cara melalui hidup sesuai dengan norma-norma pastinya. Ketika yang kita hadapi ialah insan yang tidak bertaat. "Tuhannya saja diabaikan apalagi kita"

Yang kedua, Menghargai wanita
Seseorang yang sayang dengan ibunya, adik atau kakak perempuannya niscaya dialah orang yang menghargai wanita. Dimanapun dia berada maka dia akan menghargai wanita, contohnya: di kendaraan umum ketika ada wanita membutuhkan tempat duduk dia akan mempersilahkan tanpa harus di tegur terlebih dahulu. Ketika ada ibu dijalan kesulitan menyebrang dengan refleks dia bantu menyebrangkan. Nah ketika kita mendapatkan pasangan yang mencintai ibunya, maka ia akan mencintai kita (istrinya) ibu dari anak-anaknya kelak.

Yang ketiga, Menyukai Anak Kecil
Seseorang yang menyayangi anak kecil merupakan pribadi unggul bukan hanya tertarik dengan kelucuannya tetapi ia melindungi dan mencintai setiap anak yang dijumpainya. karena nantinya ia akan memiliki anak. Bagaimana mungkin dia dekat dengan anak-anak kita ketika tidak menyukai dan mencintai anak kecil

Yang Keempat, Visoner
Seseorang yang memiliki arah hidup yang jelas maka ia dapat menjadi nahkoda bahtera rumah tangga kita dengan baik. Akan tau kemana bahtera kita akan berlayar, bagaimana cara menyelesaikan setiap persoalan. Ketika visi hidupnya jelas maka akan mudah diterjemahkan dalam visi keluarga, bersama2 pasangan akan memiliki arah yang jelas untuk keluarganya, untuk anak2nya bagaimana menghadapi setiap persoalan dalam mengaruhi kehidupan

Yang kelima, Pekerja Keras
Apapun profesinya, apapun latar belakangnya ketika seseorang memiliki karakter pekerja keras maka kita yakin dia akan berusaha sungguh-sungguh untuk mendapatkan sesuatu. Begitupun dalam keluarga, ketika pasangan hidup kita pekerja keras, maka ia akan bersunguh-sungguh membahagiakan keluarganya. ketika kondisinya belum sesuai harapan dia akan terus berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk istri dan anak2nya. Tidak puas dengan kondisi yang ada sekarang dan pasti jauh sekali dari berpanggutangan apalagi mengharapkan belas kasihan.

Menurutku, itu minimal yang bisa dijadikan pertimbangan dalam memilih pasangan hidup dari sekian banyak kriteria yang kita perhatikan. Terlepas dari semua kriteria itu, yang pastinya pastikan kita senantiasa membekali diri untuk menjadi pribadi yang terbaik (memantaskan diri) supaya dipertemukan dengan orang yang terbaik. Dan terus berdoa kepadaNya (sebaik-baik pebuat skenario). Alhamdulillah, pasanganku. Semua item "yes" mohon doanya semoga keluarga kami menjadi keluarga harmonis bahagia (Sakinah Mawaddah dan Warahmah). Dan ku doakan pula untukmu, yang sedang menantikan pasangan mendapatkan pasangan terbaiknya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar